IKLAN

LAPORAN PRAKTIKUM IPA MODUL 5. KONVEKSI PERCOBAAN 2: KONVEKSI

 LAPORAN PRAKTIKUM IPA MODUL 5. KONVEKSI

PERCOBAAN 2: KONVEKSI

Kalor atau panas dapat berpindah melalui suatu zat yang disertai perpindahan partikel zat tersebut. perpindahan kalor atau panas yang demikian ini dinamakan konveksi. konveksi ini terjadi karena pemanasan yang mengakibatkan perbedaan massa jenis antara bagian zat yang panas dan bagian zat yang dingin.

Tujuan

1.   Menguji bahwa udara dapat mengalirkan panas.

2.   Menguji peristiwa aliran panas dalam zat cair.

Alat Dan Bahan                            jumlah 

1. kotak Konveksi                                   1 buah.

 2. Lilin                                                    2 buah.

3. Kertas Karton                                      2 lembar.

 

Tahapan Kegiatan

1.    Siapkan sebuah kotak karton persegi panjang dengan ukuran panjang 20 cm, lebar 6 cm, tinggi 15 cm.

2.    Buatlah cerobong dari karton dengan diameter 3 cm 2 buah.

3.    Usahakan salah satu sisi kotak dibuat dari kaca atau plastik tebal.

4.    Perhatikan bentuk kotak konduksi di bawah ini.

5.    Buatlah asap dari kertas atau kayu yang dibakar kemudian dimatikan sehingga ke luar asap.

6.    Dekatkan asap tersebut pada lubang tabung 1.

7.    Perhatikan gambar di bawah ini.

Hasil Pengamatan dan Pembahasan

1. Saat lilin belum dinyalakan yang terjadi adalah asap masuk ke kotak konveksi tetapi tidak mengalir ke cerobomg 2, bahkan memgalir balik keluar lewat cerobong 1.

2. Saat lilin dinyalakan maka asap keluar mengalir melalui cerobong 2. hal ini terjadi karena nyala lilin menyebbkan suhu didalam kotak konveksi panas sehingga tekanan udara meningkat yang mendorong asap mengalir melalui cerobong 2.

Kesimpulan

                Konveksi adalah perpindahan panas tanpa melalui zat perantara namun hanya karena perbedaan massa jenis antara zat yang panas dan zat yang dingin yang diikuti perpindahan molekul/partikel zat tersebut.

Jawaban Pertanyaan

                1. Pada cerobong pabrik dan cerobong tungku, terjadi peristiwa konveksi karena proses pembakaran yang terjadi didalam ruangan menyebabkan udara bertekanan tinggi sehingga mendorong asap keluar melalui cerobong. hal ini prosesnya sama seperti percobaan yang yang telah dilakukan yakni ketika asap dimasukkan melalui cerobong 1, kemudian suhu dalam kotak konveksi menjadi panas karena nyala lilin sehingga udaranya bertekanan tinggi, maka akan mendorong /mengalirkan asap keluar melalui cerobong 2.

               2. Fungsi lilin dalam kotak konveksi adalah sebagai sumber kalor/panas yang berguna untuk meningkatkan suhu udara sehingga udara nenjadi bertekanan tinggi yang mampu mendorong keluar udara yang bertekanan rendah.

 

LAPORAN PRAKTIKUM IPA MODUL 5. KONVEKSI DALAM AIR

PERCOBAAN 3: KONVEKSI DALAM AIR

Peristiwa koneksi dapat ditunjukkan juga pada kegiatan arus konveksi dalam air. pemanasan air dalam bejana yang telah dicampur dengan serbuk gergaji akan menunjukkan bagaimana pergerakan konveksi dalam air terjadi.

Tujuan

membuktikan bahwa konveksi dapat terjadi di dalam zat cair (air).

Alat dan Bahan

1.    Bejana kaca                       1 buah.

2.    Serbuk gergaji                    secukupnya.

Alat dan Bahan

1.         Tripot                                          1 buah.

2.         Busen/lampu spiritus                  1 buah.

3.         Kasa                                            1 buah.

Tahapan Kegiatan

1.    Isilah bejana dengan air sampai hampir penuh.

2.    Campurkan sedikit serbuk gergaji ke dalam bejana air dan aduklah sampai merata.

3.    Panaskan bejana dan selanjutnya amati serbuk gergaji yang ada dalam air.

4.    Perhatikan gambar di bawah ini.

Hasil Pangamatan dan Pembahasan

Bejana kaca diisi air sampai hamper penuh, kemudian dicampur dangan sedikit serbuk gergaji, diaduk sampai merata. bejana dipanaskan dan diamati pergerakan serbuk gergajinya:

1. saat bejana belum panas  serbuk gergaji yang ada didasar ada pula yang berada dipermukaan air.

2.  saat bejana mulai memnas hingga air didalamnya mendidih, serbuk-serbuk gergaji tersebut  bergerak berputar-putar mengitari aliran air, yang semula berada diatas berputar kebawah, begitupun sebaliknya secara acak.

Kesimpulan

                Dari percobaan tersebut dapat disimpulkan bahwa pada air yang mendidih terjadi peristiwa konveksi yaitu perpindahan panas karena perbedaan massa jenis antara bagian zat yang panas bagian zat yang dingin. hal ini diperlihatkan oleh serbuk gergaji dari bawah keatas begitupun sebaliknya  mengikuti aliran air secara acak.

Jawaban Pertanyaan

1. Tak lama setelah bejana dipanasi dan air menjadi panas maka serbuk-serbuk gergaji didalamnya akan bergerak naik turun mengikuti aliran air yaitu dari bawah ke atas berputar terus.

2. Serbuk gergaji bergerak karena pengaruh perubahan suhu dan massa jenis.dapat digunakan hubungan antara volume, massa, massa jenis dan suhu, yaitu:

 φ  =  h x a x     t

  t

keterangan :

            h   = koefisien konveksi

             t = perbedaan suhu

            φ  = massa

 

 

 

 

 

LAPORAN PRAKTIKUM II IPA MODUL 5. KONDUKSI PERCOBAAN I: KONDUKSI

 LAPORAN PRAKTIKUM II IPA MODUL 5. KONDUKSI

PERCOBAAN I: KONDUKSI

Sepotong besi dipanaskan pada salah satu ujungnya, dan ujung yang lainnya kita pegang. tidak lama kemudian tangan akan merasakan panas. hal ini disebabkan kalor atau panas dari api berpindah dari ujung besi yang dipanasi ke ujung besi yang dipegang. pada perpindahan kalor ini tidak ada bagian besi yang ikut berpindah.

Tujuan

1.      Membuktikan bahwa kalor/panas dapat berpindah melalui cara konduksi.

2.      Mengetahui beberapa bahan sebagai konduktor panas yang baik.

Alat dan Bahan                                                                                         .;

1.   Tripot                                                1 buah.

2.   Bunsen/lampu spiritus                      1 buah.

3.   Cakram konduksi                              1 buah.

4.   Lilin warna/malam                             secukupnya.

Tahapan Kegiatan

1.         Ambil empat bagian jilin /malam dan letakkan masing-masing di ujuag logam pada cakram konduksi.

2.         Letakkan cakram konduksi di atas tripot.

3.         Panasi cakram konduksi tepat di antara sambungan keempat logam.

4.         Perhatikan susunan alat dan bahan pada gambar 5.9.

Hasil Pengamatan

tabel 5.3

pengamatan terhadap lilin

no

Jenis bahan

Lilin mencair pertama

Lilin mencair kedua

Lilin mencair ketiga

Lilin mencair keempat

1

Besi

√

2

Tembaga

√

3

Kuningan

4

Aluminium

√

 

Pembahasan

             Dari hasil percobaan, teryata tembaga lebih cepat menghantarkan panas, sehingga lilin cepat meleleh. disusul kemudian aluminium dan terakhir besi.lilin mudah meleleh karena terkena panas yang dihantarkan oleh logam – logam tersebut. peristiwa ini disebut konduksi yaitu perpindahan panas melalui zat perantara (konduktor)

Jawaban Pertanyaan

       1. Dari keempat bahan logam (konduktor) yang paling baik menghantarkan panas adalah tembaga, sebab tembaga yang paling cepat melelehkan lilin tersebut, dan sifat tembaga yang mudah terurai bila dipanaskan.

       2. Antara tembaga dan kayu yang paling baik sebagai konduktor adalah tembaga, sebab tembaga lebih cepat terurai bila dipanaskan sehingga lebih cepat pula menghantarkanpanas, sedangkan kayu sangat lambat terurainya dan lebih bersifat isolator daripada konduktor.

        3. Logam-logam dalam percobaan ini dapat menghantarkan panas karena sifatnya yabg mudah terurai bila terkena panas dan menyerap panas yang mengenainya, sehingga logam lebih mudah menghantarkan kalor/panas.

 

LAPORAN PRAKTIKUM IPA MODUL 5 PERCOBAAN 3: PERUBAHAN WUJUD CAIR MENJADI GAS

 LAPORAN PRAKTIKUM IPA MODUL 5

PERCOBAAN 3: PERUBAHAN WUJUD CAIR MENJADI GAS

Benda cair akan menjadi gas bila dipanaskan sampai mencapai lebih dam titik didih. sebaliknya, gas akan menjadi cair apabila didinginkan. untuk memahami perubahan wujud cair menjadi gas dan sebaliknya daps dilakukan percobaan penguapan dan pendinginan.

Tujuan

1.      Menguji perubahan zat cair menjadi wujud gas.

2.      Menguji perubahan zat gas menjadi wujud cair.

Alat dan Bahan

1.   Tabung reaksi                                                    2 buah.

2.   Gabus penutup                                                  2 buah.

3.   Pipa plastik kecil (1/2 inci)                                1 meter.

4.   Termometer                                                       1 buah.

5.   Bunsen/lampu spiritus                                       1 buah.

6.   Bejana                                                                1 buah.

7.   Ketel uap                                                           1 buah.

8.   Tripot                                                                 1 buah.

Tahapan Kegiatan

1.      Ambil air secukupnya ke dalam ketel uap atau teko, kemudian tutup rapat dengan gabus yang telah dilengkapi pipa plastik dan termometer.

2.      Hubungkan pipa plastik dengan tabung reaksi sebagai penampung uap air.

3.      Masukkan tabung reaksi ke dalam bejana yang telah diisi dengan air dingin.

4.      Panasi air dalam ketel uap sampai mendidih.

5.      Amati pergerakan uap air melalui pipa yang mengalir ke tabung reaksi.

6.      Perhatikan gambar rangkaian di bawah ini.

Pembahasan

                Bahan dan alat distel sedemikian rupa, lalu air dingin dimasukkan dalam ketel, ditutup rapat dengan gabus yang telah diberi lubang pipa plastic kemudian diberi plastisin agar tidak ada udara yang masuk dalam ketel. pipa plastic dihubungkan ke tabung reaksi dalam bejana kaca yang berisi air dingin. nyalakan bunsen untuk memanaskan ketel kemudian diamati pergerakan uap air melalui pipa plastic yang mengalir ketabung reaksi serta perubahan suhunya dicatat seperti pada hasil pengamatan diatas.

Kesimpulan

Benda cir yang dipanaskan akan berubah menjadi gas sampai lebih dari titik didih. dan benda akan berubah menjadi cair jika didinginkan.

Jawaban Pertanyaan

   1. Pada suhu lebih kurang 90 ketel mulai mengeluarkan uap air.

   2. Uap / gas yang mengalir melalui pipa dan masuk ke tabung reaksi berubah menjadi air karena terjadi perubahan suhu. suhu diketel lebih panas dibanding suhu pipa plastik (terjadi proses pengembunan ).

Laporan Praktikum Ipa Modul 5 Percobaan 2: Perubahan Wujud Padat Menjadi Gas dan Sebaliknya

 Laporan Praktikum Ipa Modul 5

Percobaan 2: Perubahan Wujud Padat Menjadi Gas dan Sebaliknya

Benda (zat) wujud padat bisa langsung berubah menjadi gas pada suhu kamar tanpa mengalami wujud cair terlebih dahulu. sebaliknya, gas (uap) dapat iangsung didinginkan menjadi padat tanpa mengalami wujud cair terlebih dahulu.

Tujuan:

1.      Menguji bahwa benda padat dapat iangsung menjadi gas;

2.      Menguji bahwa benda gas dapat iangsung menjadi cair.

Alat Dan Bahan

1.  Yodium kristal                                                              secukupnya.

2.   Kapur barus                                                                 secukupnya.

3.   Parafin                                                                         secukupnya.

4.   Tabung reaksi                                                               3 buah.

5.   Penjepit tabung                                                           3 buah.

6.   Bunsen/lampu spiritus                                                  2 buah.

Tahapan Kegiatan

Rangkailah alat dan bahan yang telah disediakan seperti tampak pada gambar di bawah ini.

1.    Masukkan beberapa butir salah sate kristal ke dalam sebuah tabung reaksi.

2.    Panasi tabung reaksi tersebut dengan bunsen atau lampu spiritus.

3.    Amati apa yang terjadi dengan kristal yang ada di dasar tabung.

4.    Perhatikan gambar di bawah ini.

 

 

Hasil Pengamatan

Tabel 5.2

no

Kristal

mencair dulu ya atau tidak

langsung menguap ya atau tidak

keterangan

1.

Yodium

ya

Tidak mencair

2.

kapur barus

ya

tidak

Mencair duluan – baru menguap

3.

Naftalin

Mencair – tidak menguap tidak mencair – tidak mneguap

4.

Gula

ya

 

 

5.

Karbon

 

 

 

Pembahasan

Bahan – bahan berupa kristal seperti yodium, kapur barus, Naftalin di masukkan kedalam tabung reaksi yang berbeda – beda. lalu msing – masing tabung reaksi dipanaskan diatas bunsen. hasilnya ditulis pada tabel 5.2.

Kesimpulan

·         Yodium, kapur barus, dan Naftalin termasuk benda padat.

·         Yodium bila dipanasi akan mengkristal lalu menguap.

·         Kapur barus bila dipanasi akan mencair dulu baru kemudian menguap.

          Naftalin jika dipanasi Mencair tidak menguap tidak mencair  tidak menguap.

·          Benda dapat langsung berubah menjadi gas pada suhu kamar tanpa melalui proses mencair             dulu.

 


Jawaban Pertanyaan

1.     Jika uap atau gas tersebut didinginkan maka akan membeku.

2.    Salju yang ada di atmosfer wujudnya tetap salju (kumpulan gas atau awan yang mencapai   titik jenuh dan mengkristal.bila turun ke bumi akan berupa butiran – butiran es / bunga salju).

 

 

 

 

 

 

 

KEGIATAN PRAKTIKUM I (SATU ) IPA MODUL 5 PERCOBAAN 1: TITIK LEBUR ES

 KEGIATAN PRAKTIKUM  I (SATU ) IPA MODUL 5

PERCOBAAN 1: TITIK LEBUR ES

Sebagaimana pada diagram /grafik proses mencairnya es -25 °c menjadi air, terdapat proses di mana suhu es tidak mengalami kenaikan walaupun pemanasan masih berlangsung. pada garis 0°c ↔0°c terjadi proses peleburan dengan energi laten (tersembunyi).

Tujuan

1.         Menguji bahwa titik lebur es adalah 0°c

2.         Menguji bahwa titik didih air adalah 100°c

Alat dan bahan

1.        Es batu 1 kg                                       2-3 buah.

2.        Thermometer                                     2 buah.

3.        bejana kaca                                        2 buah.

4.        Pengaduk/sendok kecil                      2 buah.

5.        Bunsen/lampu spiritus                       2 buah.

6.        Kasa                                             2 buah.

7.        Tripot                                            2 buah.

8.        Static                                             2 buah.

Tahapan Kegiatan

Perhatikan rangkaian gambar dan petunjuk kegiatan di bawah ini:

1.        Isilah bejana kaca dengan bongkahan es yang telah dihancurkan.

2.        Panaskan bejana dengan nyala api yang kecil dan aduklah pelan-pelan secara terus menerus sampai mencapai suhu 100°c.

3.        Perhatikan perubahan bongkahan es dalam bejana dan perhatikan juga perubahan suhu yang tertera pada termometer.

4.        Catat setiap ada perubahan suhu dan perubahan wujud pada kertas kerja.

Hasil pengamatan:

1.        Suhu es sebelum dipanaskan adalah -7

2.        Kenaikan suhu es

 

 

Tabel 5.1

data kenaikan suhu es

no

2 menit ke 1

kenaikan suhu

suhu pada termometer

keterangan

1

1

0 o c

0 o c

es melebur (dari padat ke cair)

2

2

33o c

40o c

proses pencairan kemudian mulai memanas

3

3

43 o c

83 o c

suhu air meningkat, keluar gelombang air

4

4

14 o c

97 o c

timbul suara air mendidih

5

5

3 o c

100 o c

titik didih air maksimum

Pembahasan

      Kami mengisi bejana kaca dengan bongkahan es yang telah dihancurkan     kemudian bejana tersebut dipanaskan dengan nyala api dari bunsen. setelah itu diamati setiap perubahan suhu pada bongkahan es dalam bejana kaca tersebut tiap 2 menit sekali. dan hasil pengamatan tertuang pada tabel 5.1.

 Kesimpulan

a.       Titik lebur es pada suhu 0o c

b.       Titik didih air maksimum 100o c, namun kadang sebelum 100 o c  sudah mendidih.hal ini karena pengaruh suhu udara lingkungan. bila semalin tinggi/panas cuacanya maka akan lebib cepat mendidih.

Jawaban Pertanyaan

1.  Memang benar perubahan wujud es menjadi cair disebabkan karena pemanasan. hal ini terjadi es menyerap panas maka suhunya naik hingga terjadi proses peleburan dari padat ke cair.

2.  Pada saat thermometer menunjukkan skala 0o c, pemanasan masih terus berlangsung, pada saat inilah terjadi proses peleburan dengan energi laten (tersembunyi)

3.  Bongkahan es dan air suhunya tetap 0o c walau terjadi pemanasan terus menerus. hal ini terjadi karena masih ada bongkahan es yang belum mencair.

4.  Suhu air dapat berubah mencapai suhu 100o c terjadi pada 2 menit ke -11 atau 8 menit setelah pemanasan.

PRAKTIKUM IPA : KEGIATAN PRAKTIKUM 3 : PESAWAT SEDERHANA

 KEGIATAN PRAKTIKUM 3 : PESAWAT SEDERHANA

PERCOBAAN 1 : KATROL

Laporan Praktikum IPA Modul 4. Katrol

 

PERCOBAAN 1: KATROL

 

 

Tabel 4.7

.Data hasil kalibrasi

No

Beban

Data hasil kalibrasi

1

20 garm

0,25 N

2

50 gram

0,36 N

3

100 gram

1,26 N

4

150 gram

1,89 N

5

200 gram

2,52 N

 

2. Skala pada pegas: 0-8 N

3. Perbandingan dengan massa A

Berdasarkan tabel 4.7. dapat dibandingkan antara beban dengan hasil kalibrasi yaitu 100 : 1

 

Pembahasan

            Kami melakukan kalibrasi untuk beban 20 gram, 50 gram, 100 gram, 150 gram, dan 200 gram dengan menggunakan neraca pegas skala 0,8 NHasil kalibrasinya seperti tertuang dalam tabel 4.7. kemudian pada beban A diganti secara berurutan  mulai dari 100 gram hingga 400 gram, lalu dicatat perubahan skala pegas pada B untuk setiap beban yang digantungkan pada katrol bergerak di A secara bergantian sesuai urutan beban.

 

Kesimpulan

            Semakin jauh jarak beban dengan katrol semakin kecil gaya yang diperlukan.

 

Jawaban Pertanyaan

Jika saat kalibrasi beban 100 gram, skala pegas menunjukkan 20 skala kecil, maka satu skala kecil sama dengan massa beban seberat 5 gram.

100 gram     = 20 skala kecil

1 skala kecil = 100 : 20

1 skala kecil =5 gram

       b. Keuntangan mekanik yang didapat dari katrol tetap adalah dalam menarik beban keatas

menggunakan katrol tetap lebih mudah dan lebih ringan dibandingkan jika menarik beban

           secara langsung.

       c. Keuntungan mekanik dari penggunaan katrol bergerak adalah kuasa yang diperlukan pada

          katrol bergerak untuk mengangkat beban lebih kecil dari pada kuasa yang diperlukan pada

           katrol tetap.

      d. Yang lebih menguntungkan adalah kartol tetap karena katrol ini dapat selalu berubah-ubah

           posisinya.

PERCOBAAN 2: TUAS

 

Tabel 4.8

Hasil Pengamatan pada Tuas

No

Lengan Beban

Jarak OR

Jarak OE

Beban Kuasa

1

100 gram

3 cm

25,5 cm

20 gram

2

50 gram

6 cm

14,5 cm

20 gram

3

20 gram

7 cm

14 cm

10 gram

   

Pembahasan

            Kami menyatel alat seperti tuas pada KIT IPA SD agar dalam keadaan setimbang. Mula-mula kami menggantungkan beban seberat 100 gram pada lengan A (sebelah kiri) dan pada lengan B seberat 20 gram. Kemudian digeser-geser posisinya agar dalam keadaan setimbang, lalu kami mengukur jarak OR (antara lengan beban kanan / B ketitik O / titik tumpu). Jarak OE (antara lengan beban kanan / B ketitik O / titik tumpu). Kegiatan ini diulangi hingga 3 kali seperti terlihat pada tabel diatas ( tabel 4.8.)

Jawaban Pertanyaan

Jika massa di A lebih besar dari massa di B, maka panjang OR dibandingkan OE akan lebih pendek OR dikarenakan beban yang digantung lebih berat.

Berdasarkan hasil percobaan maka:

Beban x lengan beban = 20 x 100 = 2000 gram

                                     = 20 x 50   = 1000 gram

                                     = 10 x 20   = 200   gram

Contoh pasawat sederhana yang menggunakan asas tuas:

Golongan 1 : jungkit-jungkit, gunting, palu, linggis, pencabut paku

Golongan 2 : alat pemecah buah / biji, saat kita mendorong gerobak pasir.

Golongan 3 : saat kita menggunakan sekop.

 

 

 

 

 

    PENERAPAN METODE SPPKB (STRATEGI PEMBELAJARAN PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR) DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA PEMBELA...